Tidak ada yang dapat menghentikan Nahin, streamer tuna rungu Bangladesh yang luar biasa!

0
29

Nahin, Bangladesh’s deaf streamer extraordinaire

Nahin Siraz yang berasal dari Dhaka, Bangladesh, terlihat sama seperti remaja lain pada umumnya. Di usianya yang 18 tahun, dia bermain sepak bola, belajar bahasa Inggris, menggemari komedi, dan bergaul dengan teman-temannya. Dia juga menggemari game online dan streaming. Yang membedakan Nahin dengan orang-orang lain adalah dia bermain dan streaming meskipun dia seorang tuna rungu. Dan dia mematahkan stereotip sambil membantai musuh di dalam game.

Pelajari lebih lanjut tentang kisahnya yang inspirasional, video game favoritnya, dan bagaimana dia berkomunikasi di dalam game untuk memenangkan battle royale.

Pantang menyerah

Nahin memulai petualangannya ke dalam dunia video game dengan memainkan Grand Theft Auto: Vice City, (satu lagi fans Tommy Vercetti dan kawan-kawannya)! Sekarang, dia memainkan berbagai game shooter, termasuk PUBG Mobile, Fortnite, Call of Duty: Warzone, dan Grand Theft Auto V.

Dia mulai terjun ke dunia streaming melalui kanal YouTube miliknya pada tahun 2017. Dia memulai dengan bermain GTA V, di mana dia berhasil mendapatkan 20 subscriber pertamanya. Sayangnya, usahanya saat itu tidak berjalan dengan baik karena setelah beberapa waktu dia tidak memiliki penonton saat live stream, yang membuat Nahin memutuskan untuk menghapus kanalnya dan fokus melanjutkan belajar.

Tiga tahun kemudian, Nahin mencoba untuk melakukan streaming kembali. Dia membuat page Nahin Gaming di Facebook pada bulan Agustus lalu, dan kali ini, dia tidak membiarkan rasa frustrasi dari sedikitnya hingga tidak adanya penonton mempengaruhi dirinya. Ibunya dan teman-temannya memberikan dukungan yang sangat besar dengan mendorongnya untuk menikmati streaming dan meneruskan perjuangannya, karena seiring waktu berjalan jumlah follower dan like akan terus bertambah.

Sebulan kemudian, follower-nya bertambah hingga 50 orang. Nahin kemudian membagikan kontennya dengan para bintang di ranah gaming Bangladesh — Arpon Plays YT dan Apollo Gaming. Kedua streamer tersebut menjadi terinspirasi oleh Nahin, membagikan videonya tentang bahasa isyarat, dan mengajak para follower mereka untuk menyaksikan Nahin di kanalnya. Dari situ, jumlah follower Nahin dengan cepat naik dari 50 ke 10,000 dalam hitungan jam. Saat ini, Nahin Gaming memiliki hampir 30K follower dan terus bertambah. 

Berkomunikasi dengan rekan satu tim

Nahin gemar bermain dalam satu tim. Namun, jika kamu menonton streaming PUBG miliknya, kamu akan bertanya-tanya bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan rekan satu timnya untuk bekerja sama. Terlahir tuna rungu, Nahin tidak dapat mengandalkan suara dari dalam game untuk menyadari keberadaan musuh dan aspek-aspek lain yang melibatkan suara. Sebagai gantinya, Nahin menggunakan program Notepad untuk menulis pesan untuk rekan-rekan satu timnya dengan cepat dan untuk berbicara dengan para live viewer. Dia juga lebih perhatian secara visual untuk memenuhi mekanisme dalam game. Dan itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

Nahin uses a notepad

Nahin menggunakan program Notepad untuk menuliskan pesan untuk rekan-rekan satu timnya dengan cepat.

Setup seperti ini cukup menantang, tetapi Nahin akhirnya dapat menyesuaikan diri dengan rutinitasnya beralih antara berbagai tab jendela yang berbeda untuk bermain dan berkomunikasi berkali-kali. Saat voiceover merupakan fitur yang lumrah digunakan bagi para gamer yang dapat mendengar dan berbicara, Notepad adalah alternatif terbaik bagi Nahin.

‘Asia’s #1 deaf streamer’

Orang-orang akan melihat kata-kata “Asia’s #1 deaf streamer” (Streamer tuna rungu Asia #1) yang tertulis di bio page Facebook miliknya. Nahin mengatakan bahwa sebagai seseorang yang tuna rungu dari lahir, dia mencari orang Asia tunarungu lain yang melakukan streaming game dan tidak dapat menemukan satu orang pun.

Kemudian dia mendengar tentang FaZe Ewok, seorang pemain Fortnite profesional terkenal dari Amerika Serikat yang juga seorang tuna rungu. Hal ini menginspirasi Nahin untuk mencantumkan kata-kata tersebut dalam info banner miliknya, karena dia adalah orang pertama di Asia yang merupakan streamer tuna rungu.

Nahin juga berharap dapat berkolaborasi dengan Apollo Gaming dan Arpon Plays YT di masa mendatang.

Tips untuk para tuna rungu yang bercita-cita menjadi streamer

Ayah Nahin membagikan cerita tentang anaknya yang sederhana sejak awal. Nahin secara konsisten selalu berprestasi di kelas, dan bahkan dia menggunakan uang hadiah yang dia menangkan dari kompetisi seni (yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk anak-anak penyandang disabilitas) untuk membeli komputer yang digunakan untuk streaming.

Bagi orang-orang seperti dirinya yang ingin menyelami industri streaming, Nahin percaya bahwa mereka harus berjuang dan menantang diri mereka sendiri untuk memecahkan penghalang antara pemain tuna rungu dan pemain normal yang memainkan game. Bagi para streamer yang ingin meningkatkan jumlah follower mereka, mereka harus belajar untuk meningkatkan engagement dan mencoba untuk mendapatkan uang untuk mendukung streaming mereka sendiri.

Jangan biarkan kekurangan apapun menghalangi hasratmu… dan juga dalam meraih chicken dinner!

Beli Credits Game Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here